Humor Wong Kito

*MANTAN DI SMA BERTEMU LAGI DI FACEBOOK, TRUS CHAT DI WA, CERITONYO NAK KOPDAR DI DUSUN*

*ROMLI* : 

“Roh!.. Kakak sudah sampai dusun, rumah kamu sebelah mano ?  
*SHAROH* : 

“Yang ado gapura kak, kakak masuk bae sekitar 25 meter ado rumah tingkat  3 , warno ijo, mobilnyo banyak”
*ROMLI* : 

“Siap! Kakak sudah di depan rumah. Hebat sekarang kau, Roh”.
*SHAROH* : 

“Bukan kak! Dari situ kakak belok kanan 10 meter, ado lapangan badminton. Nah di sampingnyo kak”
*ROMLI* : 

“Siap…. Kakak sudah sampe nih! Itu rumah Sharoh?”
*SHAROH* : 

“Itu rumahnyo tukang urut. Dari situ  kakak lempeng, pas ado jembatan dari situ telihat kios kecik, ISI ULANG PULSA.”
*ROMLI* :

“Oke… Kakak sudah sampe… Owh, jadi rumah kau yang ado jualan pulsa itu?”
*SHAROH* : 

“Itu namonyo counter la kak. Dari counter ambek kanan trus ketemu kuburan. Nah depan kuburan ado bangunan kak”
*ROMLI* (mulai kesel) :

 “Jadi rumah kau samping kuburan Sharooooohhhh?”
*SHAROH* : 

“Yo bukan lah  kak! Itu rumahnyo kuncen, kakak jangan masuk ke sano tapi belok lagi ke kiri, lewatin pinggiran sawah, gek kelihatan kandang sapi.”
*ROMLI* (mulai ringam) :

 “Aaarggh..! Itu rumah kau bukan ?”
*SHAROH* :

“Aku bukan sapi oyyyy! Dari sano kakak ke arah kebon.”
*ROMLI* :

 “Itu kandang kau ?!”
*SHAROH* :

“Memangnyo aku monyet, kakak nihh ado ado bae? Terobos bae kebon itu kak, meloin jalan kecik sampe ketemu masjid kecik, nah persis sebelahnyo.”
*ROMLI* (marah dak keruan) : 

“Sekali lagi kau ngomong itu bukan rumah kau. Kakak jitak palak kau pas ketemu yo! Ini dengkul kakak sudah nak lepas Sharooohhhhh!”
*SHAROH* : 

“Hehehe. Sabar kak…, jangan emosian gino jadi wong…. Cak mano sudah kelihatan rumah aku?”
*ROMLI* (tesenyum senang) :

“Kakak sudah di depan rumah kau nih! Ya Tuhaaann! Capek nian ini badan . Pokoknyo kau tanggung jawab mijitin kakak ye? Bekenke kopi sekalian… Hehe.”
*SHAROH* : 

“Yo sudah masuk bae kak, ado emak di dalam.”
*ROMLI* : 

“Kau nyo di mano??”
*SHAROH* :

“Sharoh masih di ARAB  Kak.. Jadi TKW …”

😁😁😆 😤😈😨
Sumber: chat dari grup WA

Advertisements

Kenali Tulang Rusukmu

Seorang bijak berkata, “Wanita selalu mengembalikan yang lebih untuk pria.”

Jika kamu memberinya rumah, maka ia akan memberimu kehangatan dalam rumahmu.

Jika kamu memberinya beras, ia akan mengembalikan nasi untukmu.

Jika kamu memberinya cinta, ia akan memberimu pengabdian seumur hidupnya.

Tapi, jika kau memberinya hinaan, ia akan memberimu doa dalam airmata kepedihannya, dan itu berarti siapkan dirimu untuk berjuta kemalangan!”

Jika kemarin kamu berdoa dan yakin bahwa dialah tulang rusukmu, maka terimalah dia bukan sebagai wanita yang sempurna, melainkan sebagai wanita yang terbaik dari Tuhan.

Bukanlah dia yang tidak pernah berbuat salah, tapi dia yang selalu berkata maaf untuk setiap kesalahannya dan ia yang punya sejuta maaf untuk kesalahanmu.

Ia yang menerima masa lalumu. dan yang siap merancangkan masa depannya bersamamu.

Ia yang selalu cemas dan hilang akal ketika kamu tak memberinya kabar.

Jika dulu sifat manjanya membuatmu tertawa lucu, cemburunya berarti sayang, airmatanya bisa menyayat hatimu, tapi sekarang semuanya itu jadi alasan kamu melepaskannya, maka renungkanlah kembali perbuatanmu!

“Mengapa wanita tercipta dari tulang rusuk pria, bukan dari tulang kepala, karena wanita
bukan untuk memimpin pria, bukan dari tulang kaki, karena wanita bukan alas kaki pria, wanita tercipta dari tulang rusuk pria karena dekat dengan hati, agar wanita menjadi pendamping, penjaga hati.

Karena wanita akan terlelap dalam dekapan pria. Karena wanita tahu dari sana dia berasal.

Semoga bermanfaat buat kita semua baik bagi seorang pria maupun wanita.

Sumber: broadcast message dari teman

Pikiran Kecil, Sedang, Besar

PIKIRAN KECIL => GOSIP.
PIKIRAN SEDANG => PENGETAHUAN.
PIKIRAN BESAR => SOLUSI.

Apa yang dominan di Pikiran, itulah yang dihasilkan.
Jika dipenuhi Pikiran Kecil, akan selalu asyik dengan urusan orang lain dan tidak menghasilkan apa-apa, kecuali perseteruan.
Tetapi jika Pikiran Besar mendominasi, akan aktif menemukan terobosan-terobosan baru.

PIKIRAN KECIL senang menggunakan kata tanya “SIAPA”

PIKIRAN SEDANG senang menggunakan kata tanya “ADA APA”

PIKIRAN BESAR senang menggunakan kata tanya “MENGAPA” dan “BAGAIMANA”

Dalam melihat peristiwa yang sama, misal: jatuhnya buah apel, akan ditanggapi berbeda.

Si PIKIRAN KECIL: “SIAPA SICH YANG KEMARIN KEJATUHAN BUAH APEL?”

Si PIKIRAN SEDANG : “APAKAH SEKARANG SUDAH MULAI MUSIM PANEN BUAH APEL?”

Si PIKIRAN BESAR : “MENGAPA BUAH APEL ITU JATUH KE BAWAH, BUKANNYA KE ATAS ?”

Pikiran yang terakhir itulah yang menginspirasi SIR ISAAC NEWTON menemukan TEORI GRAVITASI.

Tidak ada satupun prestasi/karya di dunia yang dihasilkan Pikiran Kecil.

Ke-3 jenis pikiran ini juga mempunyai ‘MAKANAN’ FAVORIT yang berbeda.

Si PIKIRAN KECIL senang TABLOID, INFOTAINMENT, KORAN MERAH.

Si PIKIRAN SEDANG suka KORAN BERITA.

Si PIKIRAN BESAR memilih BUKU-BUKU/ARTIKEL/BBM yang membangkitkan INSPIRASI.

Semoga bermanfaat.

Sumber: Broadcast message dari teman

Pilihan dalam Hidup

Penjual daging melihat seekor anjing di tokonya dan mengusirnya. Tapi, anjing itu kembali lagi. Ia menghampiri anjing itu dan melihat ada catatan di mulutnya: “Tolong sediakan 12 sosis, uangnya di mulut anjing ini.
Si penjual melihat ada uang 10$. Diambilnya uang itu. Ia memasukkan sosis ke kantung plastik dan diletakkan di mulut anjing itu. Si penjual sangat terkesan. Kebetulan saat itu waktu tutup toko. Ia menutup toko dan mengikuti si anjing yang berjalan ke tempat penyeberangan.

Si anjing meletakkan plastiknya, melompat dan menekan tombol penyeberangan, kemudian menunggu lampu hijau dan ia menyeberang. Anjing tersebut sampai di halte bus dan melihat Papan informasi kemudian duduk. Sebuah bus datang. Si anjing melihat nomor bus, kemudian kembali duduk. Bus lain datang, yakin bus benar, si anjing naik! Si penjual kagum mengikuti anjing itu. Akhirnya si anjing berjalan, ia berdiri dengan 2 kakinya dan menekan tombol agar bus berhenti. Kemudian ia keluar dan berhenti di depan rumah dan meletakkan kantung plastik. Kemudian ia membenturkan dirinya ke pintu rumah tersebut.

Si penjual melihat seorang pria membuka pintu dan langsung memukuli, menendang, serta menyumpahi anjing tersebut! Si penjual berlari untuk menghentikan pria terssebut,”Apa yang kau lakukan? Anjing ini sangat jenius!”

Pria itu menjawab: “Kau bilang anjing ini pintar? Dalam minggu ini sudah 2x anjing ini lupa membawa kunci!!”

Mungkin hal serupa sering terjadi di kehidupan kita. Sesuatu yang bagi kita tidak memuaskan, mungkin sesuatu yang sangat luar biasa bagi orang lain. Yang membedakan hanyalah seberapa besar penghargaan kita. Pemilik anjing tidak menghargai kemampuan si anjing dan hanya terfokus pada kesalahannya! Sebaliknya, pemilik toko menganggap anjing tersebut luar biasa pintar! Kita tidak menyadari bahwa setiap harinya kita punya dua pilihan: hendak mengeluh karena hal-hal kecil yang kurang memuaskan atau bersyukur atas berbagai karunia yang telah kita terima…

Semoga bermanfaat.

BC from Bhante Girikhsanti

Cinta by Merry Riana

Berikut kata bijak tentang Cinta oleh Merry Riana:

1. Cari dan pergilah ke tempat di mana hati merasa yang terindah.

2. Carilah cinta, bukan dengan mata kepalamu, tapi dengan mata hatimu.

3. Cinta anak kepada ibunya sebesar ujung padi, tapi cinta seorang ibu kepada anak melebihi alam semesta.

4. Cinta itu bukan hanya perasaan senang ketika bersamanya. Cinta juga adalah komitmen untuk tetap bersamanya, ketika perasaan senang itu hilang.

5. Cinta bukan harta, tapi kadang cinta juga butuh biaya.

6. Cinta itu bukan tentang bagaimana cara mengubah orang yang Anda cintai, tapi menerima dia apa adanya, apapun itu.

7. Cinta itu bukanlah hanya apa yang dirasakan, tapi juga Tindakan Nyata.

8. Cinta itu lebih dari sekadar perasaan yang menyenangkan ketika kita bersamanya.

9. Cinta itu seperti matahari: memberi TANPA mengharap kembali, TIDAK MEMILIH siapa yang ia sinari, MEMBERI KEHANGATAN DI HATI.

10. Cinta yang terlahir hanya akibat keindahan fisik semata, bukannya tidak mungkin akan berakhir hanya dengan nafsu semata.

11. Cinta yang tulus tidak bisa diminta atau dituntut, hanya bisa diberikan.

Belajar dari Burung Pelikan

Pelikan: burung penangkap ikan yang ulung, tetapi di Montereya – California hal seperti ini tidak terjadi.

Di kota ini burung pelikan tidak perlu bersusah payah untuk mendapatkan ikan karena banyak sekali pabrik pengalengan ikan, bertahun-tahun mereka berpesta dengan ikan yang berserakan.

Hal yang menakutkan terjadi ketika ikan di sepanjang pesisir mulai habis dan pabrik pengalengan mulai tutup, burung tersebut mengalami kesulitan.

Karena bertahun-tahun tidak menangkap ikan, mereka menjadi gemuk dan malas. Ikan yang dulu mereka dapatkan dengan mudah sudah tidak ada, sehingga satu per satu dari mereka mulai sekarat dan mati.

Para pecinta lingkungan hidup berusaha keras menyelamatkan mereka, berbagai cara dicoba untuk mencegah populasi burung ini agar tidak punah.

Sampai suatu saat terpikirkan oleh mereka untuk mengimport burung pelikan dari daerah lain, yaitu:
“pelikan yang berburu ikan setiap hari”.

Pelikan tersebut lalu bergabung bersama pelikan setempat. Hasilnya luar biasa, pelikan baru tersebut segera berburu ikan dengan giatnya.

Perlahan pelikan yang kelaparan tersebut tergerak untuk berburu ikan juga, akhirnya pelikan di daerah tersebut hidup dengan memburu ikan lagi.

Les Giblin, seorang pakar hubungan manusia
menjelaskan bahwa manusia belajar dari panca inderanya:
– 1% dari rasa,
– 1½ % dari sentuhan,
– 3½ % dari penciuman,
– 11% dari pendengaran
– 83% dari penglihatan.

John C. Maxwel, pakar kepemimpinan dengan surveinya membuktikan:

“Bagaimana seorang menjadi pemimpin?”
– 5% akibat dari sebuah krisis,
– 10% adalah karunia alami
– 85% adalah dikarenakan pengaruh dari pemimpin mereka.

Demikian halnya jika Anda ingin semakin maju, maka salah satu cara terbaik adalah:

A. Dengan bergaul dengan orang yang berprestasi.

B. Perhatikan:
– cara mereka bekerja,
– teladani hidup mereka,
– pelajari cara berpikir mereka,
– lihat bagaimana mereka mengambil keputusan penting

Semoga bermanfaat!

Sumber: broadcast message dari teman