Mengakui Kesalahan

“Salah satu hal yang paling sulit di dunia ini adalah mengakui kesalahan dan tak ada yang lebih membantu dalam memecahkan persoalan daripada pengakuan jujur.”

Confucius pernah berkata, “Orang yang bersalah tidak perlu takut memperbaiki kesalahannya.”

Seorang manusia harus cukup rendah hati untuk mengakui kesalahannya dan cukup bijak untuk mengambil hikmah dari kesalahannya. Siapa yang tidak pernah berbuat kesalahan, tetapi kita harus bisa mengakui kesalahan dan meminta maaf. Coba kita pikirkan apakah kita pernah menyakiti orang lain, mengatakan perkataan tidak pantas yang bisa menyakiti orang, mengorbankan teman sendiri.

Coba pikirkan lagi, berapa kali engkau pernah dengan tulus meminta maaf? Ketika hati nurani kita merasa bersalah maka untuk membebaskan semua ini hanya dengan cara meminta maaf agar hati nurani kita akan menjadi tenteram.

Memang mengakui kesalahan diri sendiri, tentu hati kita akan merasa sangat tidak enak apalagi untuk melakukan hal itu akan lebih susah lagi. Tetapi jika kita sudah bertekad akan melakukannya, maka kita akan menyadari bahwa perbuatan ini akan menimbulkan suatu efek yang sangat baik karena dengan meminta maaf bukan hanya mengakui kesalahan, tetapi hal ini juga bisa memperbaiki  hubungan yang rusak diantara kedua orang, dan bila anda sangat peduli dengan hubungan ini maka anda akan berusaha untuk memperbaikinya.

Sumber: Artikel Buddhis

Memancing Kepiting

Mau tahu caranya “memancing” atau menangkap kepiting? Gampang, kok! Ambil seutas tali, kemudian beri kerikil sebagai pemberat.
Selanjutnya, kaitkan ujung tali yang satunya lagi pada ujung sebatang bambu.

Lalu, tali yang sudah diberi pemberat (kerikil) itu didekatkan pada kepiting yang akan kita “pancing”. Senggol-senggolkan pemberat pada badan kepiting, sehingga kepitingnya marah. Maka, si kepiting akan menjepit tali yang ada pemberat itu dengan sangat eratnya. Nah, kita tinggal mengangkat tali dengan kepiting di ujungnya itu. =))

Mudah, kan, “memancing” kepiting?

Kenapa, sih, kepiting mudah ditangkap? Karena dia selalu marah saat digoda, disinggung, dan lain-lain.

Untuk kita sendiri…

Supaya tidak mudah terperangkap dalam kemarahan yang akhirnya malah merugikan diri sendiri, mari belajar menghindarinya.

Coba tahan emosi selama 2 atau 3 detik, kemudian alihkan perhatian (misalnya pergi kamar kecil sebentar untuk cuci tangan).
Setelah itu cobalah tersenyum. 🙂
Selamat, Anda baru saja terlepas dari kemarahan yang sangat merugikan!

So, jangan sering marah-marah ya teman-teman…
Rugi, lho, karena emosi yang tidak terkendali bisa membuat kita kehilangan rejeki, kesehatan, teman, bahkan permusuhan/dendam di hati orang lain, dan lain-lain.

Smile n be happy 🙂
Tetap semangat en semoga bermanfaat! \=D/

Sumber: Artikel Buddhis

Kisah 3 Orang Sahabat

Pada suatu malam, ada 3 orang sahabat yang baru pulang kerja, kebetulan mereka tinggal di satu apartemen yang sama, dan berada di lantai 95, lantai paling atas. Sesaat mereka sampai apartemen dan ingin menaiki lift, tiba-tiba lift-nya rusak, terpaksa harus menggunakan tangga darurat. Terjadilah percakapan.

A : “Ehh, gimana kalo gue cerita lucu biar nanti nggak terasa kalo udah sampe atas?”

B : “Boleh juga tuh!”

Setelah si A selesai cerita, tak terasa mereka sudah sampai di Lantai 40.

B : “Nah, sekarang gantian, gue mau cerita serem.”

A & C : “Jangan serem-serem ya.”

Akhirnya si B pun selesai bercerita, bulu kuduk A dan C pun berdiri semua. Dan tak terasa mereka sampai di Lantai 90.

C : “Nah, sekarang giliran gue cerita sedih ya.”

A & B : “Ah, udah mau sampe, lagi pula masa cerita sedih sih, bisa panjang nanti ceritanya.”

C : “Ya, nggak apa-apalah, singkat kok ceritanya.”

A & B : “Ya sudah, emang cerita sedih kayak gimana sih?”

C : “Sedih banget deh pokoknya!”

A & B : “Ya sudah, cerita.”

C : “Kunci Apartement kita ketinggalan di mobil.”

A & B : #gubraaak pingsan berdiri

Sumber: broadcast message dari teman

Penjual Kue

Seorang Ibu penjual kue keliling sedang jualan.
Tiba di sebuah sekolah, ada seorang anak SMP sebut saja Nina ingin membeli kuenya.

Nina : Bu, berapa kuenya ini?

Penjual kue : Satunya 1.000 rupiah, nak.

Nina : Sudah berapa lama Ibu jualan kue?

Penjual kue : Sudah 5 Tahun Nak.

Nina : Lalu Ibu punya anak nggak?

Penjual kue : Ada, anak saya 3 orang.

Nina : Kenapa mereka tidak bantu Ibu?

Penjual kue : Mereka sibuk semua, ada yang di bank, ada yang di Toyota, ada juga yang di Kapolres.

Nina : Wiiiihh!! Hebatnya anak-anak Ibu semua itu! Lalu, apa jabatan mereka masing-masing di sana Bu?
.
.
.
.
.
.
Penjual kue : Sama, jualan kue juga!

°•ŵĸ\=D/ŵĸ•°=D°•ŵĸ=))ŵĸ•°

Sumber: broadcast message dari teman

Saling Mengingatkan

“Orang bijakpun masih membutuhkan nasihat, supaya ia menjadi lebih bijak.”

“Berilah info yang bermanfaat dan baik pada orang lain, supaya pengetahuannya bertambah.”

Semua pemain profesional memiliki pelatih.
Contohnya: pemain golf sehebat Tiger Woods sekalipun juga memiliki pelatih.

Padahal jika mereka berdua disuruh bertanding jelas Tiger Woods-lah yang akan memenangkan pertandingan tersebut.

Mungkin kita bertanya-tanya, mengapa Tiger Woods butuh pelatih kalau jelas-jelas dia lebih hebat dari pelatihnya?

Kita harus tahu bahwa Tiger Woods butuh pelatih bukan karena pelatihnya lebih hebat, namun karena ia butuh seseorang untuk melihat hal-hal yang TIDAK DAPAT dia LIHAT SENDIRI.

Hal yang tidak dapat kita lihat dengan mata sendiri itulah yang disebut dengan BLIND SPOT atau TITIK BUTA.

Kita hanya bisa melihat BLIND SPOT tersebut dengan bantuan orang lain.

Dalam hidup, kita butuh orang lain untuk mengawal kehidupan kita, sekaligus untuk mengingatkan kita seandainya prioritas hidup kita mulai bergeser.

Kita butuh orang lain untuk menasihati dan mengingatkan, bahkan menegur jika kita mulai melakukan sesuatu yang keliru, yang bahkan kita tidak pernah menyadari.

KERENDAHAN HATI untuk menerima kritikan, nasihat, dan teguran itulah yang justru menyelamatkan kita.

Kita bukan manusia sempurna, biarkan orang lain menjadi “mata” kita, sehingga kita bisa melihat apa yang tidak bisa kita lihat dengan pandangan diri kita sendiri.

Dengan kesalahan, sebenarnya kita belajar tentang:
Peluang, Tahu yang benar, Tahu malu, Tahu cara berubah, Diingatkan oleh situasi, Bertindak dan Memperbaiki, Mawas diri dan Menjadi lebih baik setiap harinya.

Di manapun kita berada, sesulit apapun keadaan kita, yakinlah bahwa kita sedang digerakkan ke arah yang lebih baik, tetap Berdoa, Berusaha dan selalu Bersyukur.

Semoga kita bisa menjadi sahabat yang saling mengingatkan…

Sumber: broadcast message dari teman

Maafkanlah

Seorang Dokter sedang bergegas masuk ke ruang operasi.

Ayah dari anak yang akan dioperasi menghampirinya “Kenapa lama sekali Anda sampai ke sini?”

“Apa Anda tidak tahu, nyawa anak saya terancam jika tidak segera dioperasi?” labrak si Ayah.

Dokter itu tersenyum.

“Maaf…, saya sedang tidak di RS tadi, tapi saya secepatnya ke sini setelah ditelepon pihak RS.”

Kemudian ia menuju Ruang Operasi, setelah beberapa jam ia keluar dengan senyuman di wajahnya.

“Syukurlah kondisi anak Anda kini stabil.”

Tanpa menunggu jawaban sang Ayah, Dokter berkata, “Suster akan membantu Anda jika ada yang ingin Anda tanyakan.”

Dokter tersebut berlalu.

“Kenapa Dokter itu angkuh sekali? Dia kan sepatutnya memberikan penjelasan mengenai keadaan anak saya!!!” sang Ayah berkata pada Suster.

Sambil meneteskan airmata Suster menjawab:
“Anak Dokter itu meninggal dunia dalam kecelakaan kemarin sore, ia sedang menguburkan anaknya saat kami meneleponnya untuk melakukan operasi pada anak Anda. Sekarang anak Anda telah selamat, ia bisa kembali berkabung.”

PESAN MORAL :

JANGAN PΕRNΑН TERBURU-BURU MENILAI SESEORANG.

Tapi maklumilah tiap jiwa di sekeliling kita punya misi dan visi masing-masing yang berbeda.

Αda air mata di balik setiap senyuman.

Αda kasih sayang di balik setiap amarah.

Αda pengorbanan di balik setiap ketidakpedulian.

Αda harapan di balik setiap kesakitan.

Αda kekecewaan di balik setiap derai tawa.

Semoga bermanfaat agar kita menjadi Manusia yang makin Bijaksana dan Bersyukur dengan apa yang telah TUHAN berikan dalam hidup ini.

INGAT, tiap manusia punya porsi dengan masalahnya masing masing.

TERSENYUMLAH.

Senyum mampu membasuh setiap luka.

MAAFKANLAH.

Maaf mampu menyembuhkan semua rasa sakit.

Sumber: Broadcast Message dari teman

Tabib vs Sinshe

Seorang China (Apek) bersahabat dengan seorang Arab (Abu Bakar). Apek dan Abubakar sama-sama sudah pening karena lama jadi pengangguran.

Akhirnya mereka sepakat sama-sama mau buka klinik, bersebelahan. Apek jadi Shin She, Abubakar jadi tabib.

Beberapa hari setelah buka, Abubakar kebanjiran pasien sedangkan Apek tidak mendapatkan pasien sama sekali.

Apek berpikir keras dan akhirnya memasang huruf besar di depan kliniknya : “TIDAK SEMBUH? UANG KEMBALI 3X LIPAT!!!”. Spontan kondisi berbalik, Abubakar kehilangan pasien!

Abubakar : “Hmmmm… Ane mau fura-fura sakhit, fura-fura tidak sembuh, bisa dafat fulus 3x lifattt…!” (sambil mampir ke klinik Apek)

Abubakar : “Afek… Ane sakit mati rasa, makan afa-afa semua hambar…”

Apek : “Owe mengelti.. “Mei Cen! Ambilkan obat nomor 8 kasi abubakal!”

Abubakar langsung meludah setelah makan obat yang diberikan.

“Fuiihh! Fhuuiiih!! Ini bukan obat! Tapi tai ayam!! Fuiihh!!”

Apek : “Betul.. betul.. Itu tadi tai ayam. Lu pintal hoh? Lu sudah kembali bisa lasa tai ayam, sudah sembu laa lu abubakal..”

Abubakar : “Kurang ajarrr..! Ane mau fura-fura sakit lagi!”

Besoknya Abubakar datang lagi.

Apek : “Haiyaa… Abubakal latang lagi, ada apa hoh?”

Abubakar : “Ane sakit hilang ingatan, afa-afa semua lufa lah afek!”

Apek : “Mei Cen! Ambil obat nomor 8!”

Abubakar : “Oooo, tidak tidak! Itu fasti tai ayam lagi!”

Apek : “Haiyaaa Abubakal lu suda sembu laa, masi ingat nomor 8 itu tai ayam. Pintal laa lu (sambil acungkan jempol)!”

=))ĸā=))ĸā=))ĸā=))ĸā=))ĸā=))

Sumber: broadcast message dari teman