Mendidik Anak

Ketika seorang guru matematika masuk kelas, dia memaksa anak didiknya untuk pintar matematika.

Guru Biologi masuk kelas, juga memaksa anak didiknya untuk pintar biologi.

Guru Bahasa Inggris, Guru Komputer, guru Fisika, dan lain-lain juga melakukan hal yang sama.

Anak-anak dipaksa untuk pintar dalam semua mata pelajaran sementara seorang guru hanya pintar dalam 1 mata pelajaran yang dia pegang.

Bagaimana kalau dibalik?

Guru matematika mengajar biologi, guru biologi mengajar komputer, dan seterusnya.

Apa mereka bisa….??

Atau apa mereka bisa pintar dalam semua pelajaran..??

Ibu-ibupun akhirnya jadi konsumtif karena pengaruh teman-temannya.

Si Ibu anak pintar dengan bangga menceritakan kepintaran anak-anaknya (bukan kecerdasannya) dan …

Ibu-ibu yang lainpun sibuk mencari tempat les untuk anak2nya…

Anak yang nilai bahasa Inggrisnya jelek, les bahasa Inggris.

Yang nilai matematikanya jebol, les matematika, …, dan seterusnya.

Pemilik saham bimbingan belajar yanhg jelas bukan orang pintar malah jadi tambah kaya…

Sementara talenta dan kreatifitas yang sebenarnya ada pada anak tidak menjadi perhatian untuk dikembangkan.

Padahal itulah yang akan sangat diperlukan pada kehidupan nyata anak-anak kelak kalau sudah dewasa.

Orang sukses tidak berasal dari anak pintar, karena…
Anak pintar hanyalah anak yang kuat menghafal yang kelak akan bekerja sebagai orang gajian untuk mendapatkan zona nyaman dengan gaji pas-pasan…

Tapi orang sukses berasal dari anak yang cerdas dengan kreatifitas tinggi yang pada akhirnya memang memerlukan orang pintar untuk dipekerjakan.

Semoga pendidikan dapat lebih maju dan mengarah pada hal riil yang diperlukan anak-anak kelak.

Mohon bantu lanjutkan pesan ini ya…biar para orang tua dapat lebih baik mengarahkan anak-anak mereka.

Sumber: broadcast message dari teman

Advertisements

Membesarkan Anak

”ANAK “. By : Dorothy Notle.
✽ Jika anak dibesarkan dengan celaan ia belajar memaki.

✽Jika anak dibesarkan dengan permusuhan ia belajar berkelahi.

✽ Jika anak dibesarkan dengan cemoohan ia belajar rendah diri.

✽ Jika anak dibesarkan dengan penghinaan ia belajar menyesali diri.

✽ Jika anak dibesarkan dengan toleransi ia belajar menahan diri.

✽ Jika anak dibesarkan dengan dorongan ia belajar percaya diri.

✽ Jika anak dibesarkan dengan perlakuan ia belajar keadilan.

✽ Jika anak dibesarkan dengan kasih sayang ia belajar menemukan cinta dalam kehidupan.

Sumber: broadcast message dari teman

Anakmu Mengenalkan Siapa Dirimu

1. Jika anakmu BERBOHONG, itu karena engkau MENGHUKUMNYA terlalu BERAT.

2. Jika anakmu TIDAK PERCAYA DIRI, itu karena engkau TIDAK MEMBERI dia SEMANGAT

3. Jika anakmu KURANG BERBICARA, itu karena engkau TIDAK MENGAJAKNYA BERBICARA

4. Jika anakmu MENCURI, itu karena engkau TIDAK MENGAJARINYA MEMBERI.

5. Jika anakmu PENGECUT, itu karena engkau selalu MEMBELANYA.

6. Jika anakmu TIDAK MENGHARGAI ORANG LAIN, itu karena engkau BERBICARA TERLALU KERAS KEPADANYA.

7. Jika anakmu MARAH, itu karena engkau KURANG MEMUJINYA.

8. Jika anakmu SUKA BERBICARA PEDAS, itu karena engkau TIDAK BERBAGI DENGANNYA.

9. Jika anakmu MENGASARI ORANG LAIN, itu karena engkau SUKA MELAKUKAN KEKERASAN
TERHADAPNYA.

10. Jika anakmu LEMAH, itu karena engkau SUKA MENGANCAMNYA.

11. Jika anakmu CEMBURU, itu karena engkau MENELANTARKANNYA.

12. Jika anakmu MENGANGGUMU, itu karena engkau KURANG MENCIUM dan MEMELUKNYA

13. Jika anakmu TIDAK MEMATUHIMU, itu karena engkau MENUNTUT TERLALU BANYAK
padanya.

14. Jika anakmu TERTUTUP, itu karena engkau TERLALU SIBUK.

Renugan yang bermanfaat untuk para orangtua.

Sumber: Fan Page FB Family Guide

Cara Redakan Nyeri Saat Tumbuh Gigi

Berikut ini adalah cara-cara redakan nyeri saat tumbuh gigi pada balita:

1. Usap-usaplah. Bila bayi Anda memperbolehkan, masukkan jari Anda ke dalam mulut mungilnya dan secara perlahan usap-usap gusinya. Kebanyakan bayi, sih, menyukainya, dan bisa jadi cuma itu yang perlu Anda lakukan.

2. Dingin-dinginkan. Beri si kecil teether (mainan untuk digigit), dot atau sendok yang sudah dimasukkan ke lemari es sebelumnya. Atau berikan waslap yang dingin dan lembab.

3. Kulum-kulum. Mengulum mainan yang aman bisa mengurangi rasa nyeri. “Gerakan mengulum membantu melunakkan jaringan gusi, sehingga gigi lebih gampang keluar,” ujar Martha Ann Keels dari Duke University. “Anda tidak bakal salah bertindak dengan memberinya teether.”

4. Obati. Sah-sah saja untuk memberi bayi Anda acetaminophen atau ibuprofen. Sebelumnya, konsultasikan dengan dokter anak ya.

5. Segera hubungi dokter. Bila nyeri tak kunjung mereda, segera ke dokter anak. “Bila bayi perlu pengobatan selama lebih dari beberapa hari, bisa jadi ada masalah lain,” kata Jo Ann Rohyans, M.D., profesor klinis kesehatan anak di Ohio State University College of Medicine, Columbus.

Sumber: Parenting Indonesia